janganlah merokok!!
untuk kamu, pengait hati
Disinilah aku, duduk sepi sendiri
hanya ditemani rokok kretek yang sesekali kuhirup memenuhi paru
Aku masih mengangankanmu
bertanya,
kenapa masih?
bertanya pula,
kenapa harus kamu, dan hanya kamu?
kemudian lagi,
kenapa harus ada yang menjadi pecundang sebelum berjuang?
Akulah itu
sudah kalah sebelum sempat mengenalmu
mencium harum rambut panjangmu
meraup engkau dalam sukmaku
mendapat cintamu jalari nadiku
Takut
Hanya kata itu menggema
mengulang-ulang dalam kepala
Tak berani aku memulai
Takut akan reaksi
Takut wajah ceria yang sedari dulu kupuja,
berubah masam dan tak bersinar lagi
Takut aku takkan bisa mencuri-lihatnya lagi lain kali
Takut tak bisa lagi melukis senyum itu, yang sering kuintip dari balik jendela
Berpikir aku,
Sudah cukup seperti ini saja
Puaslah hati memecundangi diri
Diam sendiri dalam sepi,
tanpa harus bertaruh apa-apa
Takkan ada yang bisa hilang
jika aku hanya mengangankanmu
sambil menghisap rokok kretek kuat-kuat